Senin, 11 Februari 2019

Awal yang baik (Gunung Sindoro)


Gunung Sindoro, adalah gunung yang sering disebut-sebut sebagai kembaran gunung sumbing, dan ibu/induk dari gunung kembang. Gunung ini berada diketinggian 3153 Mdpl.
November 2018
Naik gunung? Ku pikir awalnya adalah kegiatan yang nggak terlalu penting. Karena menurutku dulu naik gunung cuma buang-buang waktu, uang & tenaga.
Aku udah sering diajak seorang teman untuk ikut bersama nya naik gunung. Namun aku selalu menolaknya. Menolak dengan alasan sibuk bekerja, padahal kan cuma malas saja, hehe.
Suatu hari nggak sengaja juga sih, pas  buka-buka beranda YouTube ada satu video tentang traveler, tapi bukan membahas soal naik gunung. Tapi gara-gara nonton video itu, entahlah tiba-tiba jadi pengen aja naik gunung. Setelah itu jadi sering aja browsing-browsing tentang gunung. Dan nggak nyangka selang beberapa hari, ada seorang teman yang mengajak naik gunung.
Jum'at, 3 November 2018
Pukul 14:20, seorang teman dengan sangat mendadak mengajak naik gunung Sindoro. Awal nya aku nggak yakin mau ikut. Tapi saat itu aku lagi pengen banget naik gunung dan dengan tiba-tiba ada yang mengajak. Kan sangat mubadzir kalo nggak disetujui, hehe. Aku nggak yakin karena aku belum pernah naik gunung, dan tiba-tiba ada yang mengajak naik gunung Sindoro, ya waktu itu menurut ku gunung Sindoro bukan gunung yang cocok untuk pemula, karena lumayan tinggi. Tapi saat itu aku langsung menyetujui untuk ikut bersama rombongannya.
Sabtu, 4 November 2018
Pagi hari kita udah berkumpul di basecamp milik salah seorang teman. Saat anggota uah lengkap semua, kita langsung berangkat. Kami semua berangkat naik mobil. Selapas Dzuhur kami tiba di basecamp gunung Sindoro. Tapi saat itu cuaca tidak terlalu mendukung. Kami semua disambut dengan gerimis, namun untung saja cuma gerimis dan itu cuma sebentar.
Di basecamp kami bersih-bersih, makan, packing dan langsung retribusi.
Kami mulai pendakian sekitar pukul setengah tiga sore. Dari basecamp sampai pos 1 kami naik ojek. Itu ojek terekstrem yang pernah saya naiki. Tapi seru abis.
Kami mulai pendakian, dan kami tiba di pos 3 sekitar pukul 7 malam dan kami bermalam di sana. Dipahi hari pukul setengah 6 pagi, kami mulai pendakian menuju puncak. Kami tiba di puncak sekitar pukul 9 pagi. Kami semua tidak lama dipuncak karena belerang sudah mulai naik. Tidak baik menghirup gas beracun seperti itu. Setelah berfoto-foto ria kami langsung turun dan setelah sampai di tenda kami makan siang kemudian packing untuk bergegas pulang.
Ya itu lah pendakian awal ku, sulit memang, sangat sulit untuk mencapai sebuah puncak gunung. Banyak hal yang sering kali menciutkan tekad kami. Tapi kami semua sudah melangkah sejauh ini sangat sia-sia jika kita tiba-tiba berhenti dan memutuskan untuk kembali. Kita tak perduli dengan rintangan didepan sana, karena tekad kita sudah kuat untuk semua ini. Ini semua bukan soal menaklukkan gunung. Ini semua perkara pertemanan, kekeluargaan, solidaritas dan tentang perbaikan sikap. Dalam pendakian pertama ini, banyak teman yang membantu, memberikan semangat dan selalu mengulurkan tangannya ketika teman yang lain saling membutuhkan bantuan. Dan aku pun sangat bangga dengan diriku sendiri, karena aku dapat melawan rasa takut, rasa malas dan aku dapat melawan ego ku sendiri. Aku yakin aku bisa dan terbukti aku bisa. Tanpa persiapan yang matang, tanpa pemanasan/latihan fisik sebelum pendakian dan tanpa pengalaman sebelumnya aku bisa berada dipuncak Gunung Sindoro. Alhamdulillah.
Gunung mana pun tidak begitu penting untuk seorang pemula, tetapi teman pendakian yang berjiwa besar, bertanggung jawab, memiliki jiwa solidaritas yang tinggi, dan mempunyai sikap saling tolong menolong yang kuat lah yang pantas untuk menemani para pendaki pemula.