Tersinggung? Sah-sah aja kok
Dengan era sekarang ini sah-sah aja kok menjunjung tinggi freedom of speech. Namun dengan adanya freedom of speech tetap harus dipikirkan terlebih dahulu dong.
Saat ini banyak banget dan gampang banget mengomentari kegiatan atau tingkah laku seseorang, tanpa mereka tau bagaimana seseorang tersebut bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Seperti yang terjadi pada saya beberapa waktu lalu ada seorang pegawai toko yang berkata :
"ngapain sih pake kuliah segala, orang ujungnya jadi babu suami, toh kalau kuliah juga ujung-ujungnya nyari kerja juga", sah-sah aja bukan kalau ada seseorang yang berpikiran seperti itu?
Ya sebenarnya sah-sah saja kalau ada yang berpikiran dan berpendapat seperti itu, namun menurut saya kok ada ya orang yang berpikiran kolot seperti itu. Kalau semua orang berpikiran bahwa berpendidikan tinggi tidak lah berguna lumpuh negara ini!
Namun yang membuat saya miris, kasihan sekali kelak yang akan menjadi istri dari orang tersebut, karena hanya akan dianggap layaknya babu. Bukan kan salah satu tugas istri memang untuk melayani suami? bukankah itu menjadi sebuah ladang pahala untuk sang istri? mengapa kemuliaan tersebut dianggap layaknya babu?
Sebelum lanjut ke pembahasan ketersinggungan, disini saya tidak berbicara bahwa yang kuliah akan lebih baik dibandingkan yang tidak kuliah, saya tidak membicarakan hal tersebut, karena banyak sekali orang-orang yang memiliki gelar S1, S2 bahkan hingga S3 namun untuk masalah attitude tidak jauh lebih baik dibandingkan yang lulusan SD, SMP, SMA/SMK.
Mau kuliah atau tidak bukan kah memang pada akhirnya kita semua akan mencari pekerjaan, karena sebagai makhluk hidup yang membutuhkan materi untuk menunjang kehidupan dan kebutuhannya.
Namun yang membedakan mungkin banyak orang yang memilih pekerjaan yang mengharuskan pekerjaan tersebut memerlukan ijazah/gelar untuk dapat memeperoleh pekerjaan tersebut. Dengan begitu banyak orang yang berusaha agar dapat memperoleh pekerjaan tersebut dengan cara melalui proses kuliah terlebih dahulu.
"Banyak lo yang kuliah tapi masih nganggur" Ya memang tidak dapat dipungkiri bahwa yang sudah lulus dan memiliki gelar pun masih banyak yang menjadi pengangguran. Namun apakah kita tau bagaimana usaha orang tersebut untuk mencari pekerjaan? Seringkali kita hanya melihat dari satu sisi lalu dengan senang hati mengomtari.
Namun tidak dipungkiri pula, zaman semakin maju, industri semakin berkembang, persaingan kerja semakin ketat, yang sudah mempunyai gelar/ilmu saja masih sulit bersaing dengan yang lain, apalagi mungkin yang belum mempunyai ilmu/bekal sama sekali? Bukan kah seharusnya kita berpikiran sedikit lebih maju seperti itu?
Selain mungkin untuk mencari pekerjaan yang sesuai yang membutuhkan gelar, banyak yang ingin menyelesaikan pendidikan tinggi nya agar dapat membahagiakan keluarganya, terutama orang tuanya, selain itu mungkin ia berpikiran bahwa ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan memperoleh gaji yang lebih tinggi lalu akan digunakan untuk membiayai adik-adik nya lain agar tetap dapat memperoleh pendidikan tinggi seperti yang sedang dilakukannya.
Kita tidak tahu keinginan apa yang sedang diusahakan oleh seseorang, dengan kokoh & semangatnya seseorang membangun benteng pertahanan agar tetap semangat dalam mengupayakan keberhasilan yang sedang diimpikannya, namun sering kali ada seseorang yang tidak mengetahui hal tersebut dengan mudahnya mengomentari dan merendahkan dengan begitu mudah.
Ketersinggungan sah-sah saja
Saat kita melihat/mengetahui bahwa sedang ada seseorang entah itu keluarga, saudara, teman atau bahkan orang yang tidak kita kenal sedang berusaha mencapai mimpinya dengan berbagai cara (positif) yang sedang mereka lakukan bukan kah seharusnya kita saling mendukung atau mendoakan?
Seperti mungkin banyak orang termasuk saya yang mungkin dapat dibilang tidak seberuntung mereka yang hanya fokus untuk berkuliah tanpa perlu memikirkan untuk uang saku mungkin untuk sekedar membeli paket data ataupun mungkin ada tanggungan lain dirumah sehingga dengan sangat terpaksa membagi waktunya untuk tetap bekerja.
Mereka yang sedang mengusahakan sesuatu dan mempertahankannya bukan kah seharusnya diberikan dukungan secara moral? namun kita juga tidak dapat membendung banyak sekali nada-nada sumbang yang terdengar sehingga sedikit meretakkan tembok pertahanan seseorang. Seperti yang sudah saya bahas diatas, dengan ungkapan bahwa "ngapain kuliah karena ujung-ujung nya akan jadi babu suami" mungkin terkesan biasa saja untuk beberapa orang, namun untuk yang sudah bersusah payah agar dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dengan cara merelakan waktunya yang mungkin untuk beberapa orang dapat digunakan untuk mengembangkan hobi, bermain, dan pergi nongkrong dengan teman-temannya, namun malah digunakan untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhnnya sendiri dan untuk kebutuhan rumah lainnya.
Loh bukan kah sah-sah saja ya seseorang berpendapat? ya memang sah-sah saja untuk seseorang untuk mengungkapkan pendapat, namun tidak ada larangan juga untuk seseorang tersinggung akan suatu ucapan dari seseorang.
Semoga kita akan lebih bijak dalam segala hal :)