Utami.khotijah44@gmail.com Jam tidur kurang, jam tidur berantakan, gak sempat makan, gak sempat nyuci, gak sempat me time, and blaa blaa blaa. Itulah yang sering kita ucapkan ketika kita sibuk dengan urusan dan kerjaan kita, entah benar-benar sibuk ataukah hanya pura-pura sibuk. Sering kali sebagian dari kita seakan-akan mencari-cari alasan untuk seakan-akan sibuk dengan banyak sekali pekerjaan dan deadline yang mepet, padahal itu sering kali hanya kita saja yang membuat semua seakan-akan bertabrakan antara tugas satu dengan tugas yang lainnya.
Dari mulai membuka mata di pagi hari kita seolah-olah sudah memikirkan banyak sekali hal dan pekerjaan yang kenyataannya tidak sebanyak yang kita pikirkan tersebut, iya kan? seperti yang terjadi pada para pelajar dan mahasiswa saat ini, ditengah pandemi yang sedang berlangsung ini nmembuat semua seakan-akan disibukkan oleh banyak hal, seperti yang sering saya atau mungkin kalian alami, saat baru membuka mata saat bangun tidur saya sudah memikirkan tugas kuliah yang begitu menumpuk, dengan rencana setelah sahur kemudian sholat subuh lalu melanjutkan tidur kemudian dengan rencana bangun pukul 7 pagi karena ada kelas pagi pada pukul 07:30, namun karena malamnya begadang mengerjakan tugas-tugas yang lain membuat tubuh dan mata sulit sekali diajak untuk bangun pagi, dan akhirnya pukul setengah 8 baru bisa bangun, dan itu baru terlambat dari rencana awal untuk bangun pukul 7, sejak saat itu sudah muncul badmood yang pertama di satu hari, kemudian dengan bangun yang dirasa sudah terlambat yang awalnya setelah bangun tidur kita langsung mandi dan beres-beres rumah terlebih dahulu menjadi hanya cuci muka, dan langsung menghadap ke laptop masing-masing. Dengan kondisi yang masih sangat mengantuk karena hanya cuci muka saja dikarenakan takut terlambat mengikuti kuliah pagi, dan denagn kondisi kepala pusing karena seakan-akan dipaksa untuk bangun, dan badan yang lemas karena belum terlalu banyak melakukan aktivitas membuat tidka semangat dan tidak fokus melakukan perkuliahan pagi.
Ditengah-tengah tidak fokus itulah mucul ingatan mengenai tugas yang belum selesai padahal dirasa sudah sering dikerjakan. Dari situ muncul lagi kekhawatiran mengenai sesuatu yaitu tugas, saat mengerjakan tugas kita juga khawatir tidak bisa maksimal mengikuti perkuliahan yang sedang berlangsung. Saat mengerjakan tugas baru sampai pada dasar teori kita dikhawatirkan dengan pengerjaan hasil dan pembahasan, kita sudah memikirkan "bagaimana ya caranya dapatin hasil itu", "itu rumusnya gimana ya", "kok bisa gitu yang hasilnya", padahal kita baru sampai dasar teori atau bahkan baru sampai di langkah kerja namun dengan kekhawatiran itu lah menyebabkan seakan-akan sulit sekali mengerjakan tugas ini. Setelah selesai mengerjakan tugas, kita di khawatirkan lagi dengan pertanyaan yang sering muncul atau bahkan yang sering kita buat sendiri, "benar nggak ya ini nanti jawabnya", "nanti kalo salah gimana ya", "nanti kalo jawabannya beda sama punya yang lain gimana ya", pertanyaan seperti itu sangat mengganggu dan membuat kekhawatiran semakin memucak, setelah pertanyaan tersebut mucul lagi pertanyaan mengenai "nanti aku lulus gak ya di mata kuliah ini", "nanti nilai ku turun nggak ya di semester ini", aaarrrrggghhhhhhh, dengan banyak nya pertanyaan yang sering berlalu-lalang di kepala entah itu muncul dengan sendirinya atau mungkin kita sendiri yang membuat semua pertanyaan itu muncul yang membuat semua semakin rumit.
Dengan kasus seperti itu dari mulai kita bangun tidur hingga hendak tidur seakan-akan tidak terlepas dari semua kekhawatiran mengenai akademik. Kita sering kali khawatir dan terlalu memikirkan hal yang belum terjadi. Boleh saja memikirkan masa depan, dan itu sebenarnya hal yang diharuskan untuk memikirkan masa depan, namun seringkali kita atu mungkin hanya saya yang merasa seperti itu, dengan kekhawatiran mengenai hal yang belum jelas hasil atau terjadinya, membuat hari seolah berlalu dengan sangat sia-sia, waktu 24 jam seakan-akan selalu saja tidak penah cukup untuk hanya menyelesaikan satu tugas. Pikiran kita sendiri yang membuat smeua menjadi runyam, kita yang terlalu memikirkan "bagaimana ini nanti jika tidak dikerjakan sekarang", teman-teman sudah hampir selesai sedangkan saya belum dapat apa-apa", hal-hal seperti itu menghambat kita melakukan hal lain. seolah-olah waktu 24 jam hanya untuk tugas tersebut. karena tugas tersebut pula lah kita melalikan orang-orang disekitar kita, seperti saat orang tua menyuruh kita membeli sesuatu ke warung/pasar kita berdalih sedang mengerjakan banyak tugas padahal bisa saja tugas tersebuat dapat dikerjakan dengan waktu yang lebih cepat, namun kita yang merantai waktu kita hanya untuk tugas tersebut, sehingga kita tidak melaksanakan perintah dari orang tua, kita lupa makan, kita menunda ibadah dan kita menjadi menunda banyak hal dan hanya fokus kepada satu gal saja.
Banyaknya alasa yang kita buat sendiri membuat kita mengabaikan banyak hal disekitar kita, mengabaikan waktu, mengabaikan orang-orang disekitar, mengabaikan momen yang mungkin terjadi pada saat itu. Kita selalu merasa disibukan hingga tidak dapat menikmati waktu yang sedang berlalu begitu saja, orang-orang disekitar kita menjadi terkena dampak dari rasa kesal, rasa khawatir, rasa cemas dan rasa lelahnya tubuh. Kita menjadi lebih sensitf, tempramental, mudah badmood untuk banyak hal. Kita menjadi marah-marah pada orang-orang disekitar kita, kita mengabaikan waktu bersama mereka, kita mengabaikan perintah mereka, dan masih banyak lagi dampak dari itu semua.
Coba pola pikir kita dirubah atau diperbaiki sedikit demi sedikit, kita anggap semua tugas-tugas itu mudah dan dapat dikerjakan dengan waktu yang lebih cepat, kita yakin kita bisa mengerjakan tugas tersebut dengan berbagai rumus, kita dapat mengendalikan semua tugas-tugas dengan mudah di pikiran kita. Dengan begitu tubuh dan pikiran perlahan-lahan akan lebih relaks lagi. Coba praktekkan, saat sedang pusing-pusing nya, saat sudah dirasa hampir menyerah karena sangat sulit tugas ysng sedang dihadapi, coba tarik nafas panjang dilakukan dengan perlahan, kemudian coba pakai headseet dan nyalakan musik dengan nada santai, atau mungkin bisa nyalakan musik indie atau musik lain yang kalian suki, kemudian pejamkan mata kalian, lalu bayangkan kalian sedang di tempat yang mungkin pernah kalian kunjungi, atau yang ingin kalian kunjungi, seperti yang saya lakukan di tenag-tengah mengerjakan laporan praktikum yang hampir membuat gila, hehe lebay ya, ditenga-tengah hampir nyerah karena sulit banget pengerjaannya, saya udah bodoamat dengan laporan saya waktu itu, saya pinggirkan terlebih dahulu tugas-tugas saya, kemudian saya kenakan headseet say adan saya nyalakan musik indie, yang waktu itu saya mendengarkan lagu milik nosstress yang berjudul Istirahat, liriknya begitu pas dengan kondisi saya yang sangat butuh istirahat, kemudian saya tarik nafas panjang panjang, saya keluarkan dengan perlahan kemudian saya pejamkan mata saya, dan saya membayangkan saat saya sedang mendaki gunung. Saya membayangkan saya sedang mendaki gunung waktu itu, tubuh yang seakan-akan sedang dipenjara karena tugas dan karena kondisi karantina yang sedang di perintahkan, namun pikiran saya dapat berkelana ke gunung-gunung yang pernah saya naikin, dan membayangkan tempat-tempat lain yang ingin saya kunjungi.
Setelah itu saya merasa sangat bebas tanpa ikatan tugas-tugas yang sedang menumpuk. Badan dan pikiran berasa lebih sehat dan lebih relaks lagi, dengan hal sesimpel itu membuat perasaan menjadi lebih baik lagi. sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan berbagai kondisi yang kita jalani, kalau kita merasa sulit pasti akan dirasa sulit, jika kita merasa malas pasti akan malas mengerjakannya, jika kita merasa bebas dan mudah maka akan lebih mudah lagi dalam mengerjakan sesuatu. Apapun itu kita mulai dari pikiran kita, tubuh kita dikendalikan oleh pikiran kita. Coba saja saat saya merasa hampir nyerah karena tugas yang begitu sulit, dan saya paksakan tetap mengerjakan tanpa ada jeda dan relaksasi seperti yang saya lakukan, mungkin saja saya tetap merasa sulit mengerjakannya dan bahkan semakin sulit. Jika kita menghadapi suatu kendala, maka istirahat dan tarik nafas panjang-panjang dan bayangkan sesuatu yang indah, maka akan lebih mudah menghadapi segala sesuatu hal.
Saya menulis ini saat hendak tidur, ya saya tidur dengan nenek saya, saya menatap wajah nenek saya, dan saya merasa sudah melewatkan hari-hari dengan sangat sia-sia, yaitu mengabaikan waktu dengan nenek saya, saya juga menjadi marah dengan teman saya karena merasa badan sudah sangat leleh dan tidak ada yang dapat membantu. Semua rasa lelah, rasa bersalah, rasa sia-sia menghampiri ketika kita hendak tidur, seakan-akan kita mengingat-ingat semua hal yang berlalu dengan sia-sia. Kemudian saya meminta maaf kepada teman saya, saya memeluk nenek saya yang sedang tidur, saya akan berusaha membuat semua hal dapat dilalui dengan mudah dan menyenangkan, ya walaupun sangat sulit untuk mempraktekkannya, namun saya akan mencoba sedikit demi sedikit. Judul kali ini nosstress saya terinspirasi dari nama grup band yang lagunya saya dengarkan ketika saya sedang merasa lelah dan butuh istirahat.
Laprak ndang dirampungke jah.. josss apik blogmu
BalasHapusAku padamu miiii 😭😭😭😭
BalasHapusMantul jah 🖒
BalasHapus