Jumat, 04 September 2020

Ambivert

 Ambivert 

    Masa SMA adalah masa dimana seseorang mencari jati dirinya, berusaha menarik  perhatian dengan lawan jenis, dengan teman maupun dengan guru-gurunya. keaktifan saat bersosialisasi sangat diuji ketika masih SMA. Jika engkau pandai bersosialisasi, percaya diri yang tinggi, dan sering kali sok kenal dan sok asik sangat diperlukan untuk masalah yang satu ini. Dengan adanya sok asik ini mungkin akan mengganggu untuk sebagian orang yang kurang suka berbasa-basi, namun untuk urusan bersosialisasi sering kali cara itu bisa digunakan. Seperti hal nya ketika ada cewek-cewek bergerombol meskipun bukan berasal dari kelas kita yang notabenenya kita tidak terlalu akrab, dengan cara sok asik kita dapat ikut bergabung atau sekedar menyapa mereka. Namun hal itu cukup sulit dilakukan untuk orang yang kurang percaya diri. Namun dengan cara tersebut kita akan memiliki banyak kenalan/teman, ya walaupun bukan termasuk teman yang akrab dengan kita, namun hal tersebut dapat memperluas circel pertemanan kita. 

    Seperti hal nya saat masih SMA dengan semangat "bersenang-senang" yang masih menggebu-gebu, sangat mudah untuk saya pribadi memiliki banyak teman, walaupun tidak termasuk teman yang akrab, ya cuma bisa dibilang teman sapa, saat kita melihatnya kita akan secara spontan menyapa dan mengajaknya ngobrol walaupun cuma sebentar. Dengan memiliki kelompok main sendiri membuat tingkat percaya diri seseorang dapat meningkat, itulah salah satu pentingnya mengikuti organisasi. Awalnya saya tidak paham dengan maksud "mengikuti organisasi akan menambah relasi" dulu saya berpikir tanpa ikut organisasi pun tetap bisa kok memiliki banyak relasi. Namun setelah say amengikuti satu organisasi sewaktu di SMA ternyata yang dimaksud memiliki relasi adalah menambah tingkat kepercayaan diri seseorang untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain, dengan adanya percaya diri yang lebih membuat kita tanpa perlu takut dan dianggap sok asik untuk sekedar basa-basi dengan seseorang yang baru saja kita kenal.

     Dengan memiliki kepercayaan diri yang cukup pada saat itu, saya merasa senang saat bertemu dengan orang baru, dengan bertemu dengan orang baru dan mengobrol dengan orang tersebut seakan-akan kita akan berpetualang dengan berbagai cerita hidup orang tersebut. Mungkin seorang ekstrovert akan merasakan hal yang sama seperti yang pernah saya rasakan ketika bertemu dengan orang baru. Dengan kebiasaan dikelilingi oleh orang banyak membuat kepercayaan diri seseorang akan terus terjaga. Namun seharusnya kepercayaan diri timbul dari dirinya sendiri bukan dari orang disekitarnya, karena jika percaya diri timbul dari dirinya sendiri maka orang tersebut tidka akan menggantukan dirinya dengan orang lain, seperti sering kali kasus yang terjadi "ahh aku gak mau ikut acara itu kalau kamu juga nggak ikut" hal tersebut merupakan contoh percaya diri yang belum seutuhnya timbul dari dirinya sendiri. Ya saya pun sering kali masih merasa begitu, belum sepenuhnya percaya terhadap diri sendiri.

    Namun setelah lulus dari bangku SMA kemudian satu persatu sahabat yang sebelumnya bisa bertemu setiap hari lalu seakan-akan dipaksa harus berpisah demi melanjutkan pendidikan yang selanjutnya. Dan benar kata beberapa orang, setelah lulus SMA maka akan merasakan hidup yang sesungguhnya, walaupun semasa SMA juga sudah hidup namun beberapa orang mengatakan bahwa itu belum hidup yang dianggap sesunggunya (serius), karena massa sma kita masih meminta uang jajan, masih dapat bermain-main saat dikelas, dan masih banyak lagi ksesruan yang seakan-akan tanpa memikirkan sedikitpun beban hidup yang belum bernah ia rasakan. 

    Setelah lulus SMA beberapa teman yang lain sudah melanjutkan ke beberapa kampus impiannya, namun lain halnya dengan aku, aku memutuskan untuk gap year/tidak langsung melanjutkan untuk berkuliah dan memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu. Ya aku pernah bekerja di salah satu pabrik di bagian office yaitu sebagian admin HRD. Dengan posisi tersebut membuat cara berkerja yang hampir 90% hanya menatap layar komputer untuk  memasukan daftar lembur, mengurus kehadiran, dll. Dengan cara kerja yang seperti itu membut sangat jarang sekali berinteraksi dengan teman-teman yang lain, dan ruangan HRD dipisahkan oleh pintu kaca sedangkan beberapa staff yang lain bekerja secara berhadap-hadapan di beberapa meja yang sama. Dengan bekerja secara berhadap-hadapan membuat mereka dengan leluasa berinteraksi dengan sesama rekan kerjanya. Sedangkan aku didalam ruangan hanya ada 2 orang yaitu saya sendiri dan mbak HRD atau atasan saya. Dengan pekerjaan yang lumayan banyak membuat jarang sekali mengobrol mengenai hal-hal yang tidak terlalu penting, kami mengobrol sering kali hanya membahas masalah pekerjaan.

    Komputer, hedseet dan hp adalah teman dekat saya ketika sedang bekerja. Dengan bekerja sambil mendengarkan podcast horor membuat akan lebih fokus dalam bekerja. Dengan memiliki teman yang tak bernyawa membuat saya menjadi malas untuk basa-basi seperti biasanya, dengan jarangnya mengobrol dan berinteraksi dengan seseorang membuat kepercayaan diri seakan-akan hilang entah kemana. Kurang lebih empat bulan saya bekerja dengan jarangnya berinteraksi membuat minder ketika harus bertemu dan berinteraksi dengan orang baru. Namun jika orang baru tersebut enak untuk diajak mengobrol dan maka itu akan sedikit membantu mengimbangi ketika berinteraksi, namun jika lawan bicara pun orang yang mungkin kurang percaya diri membuat hal tersebut semangkin menyulitkan untuk kita saling berinteraksi.

    Memasuki bangku perkuliahan. Aaarrghhh aku merasa sangat asing waktu itu. Seperti hal nya anak kecil yang beru pertama kali memasuki bangku Sekolah Dasar dan enggan untuk ditinggal orang tuanya, dan diharuskan untuk berkenalan dengan teman-teman lainnya. Ya aku merasa seperti anak yang baru masuk SD dan disuruh untuk perkenalan di depan kelas.

    Sering kali memaksakan diri untuk kembali sperti masa SMA, masa dimana dengan sangat mudahnya bergaul tanpa takut dianggap sok kenal dan sok asik. Sering kali memaksakan diri untuk bersosialisasi dan bergabung dengan kelompok yang lain, namun dengan menghabiskan waktu kurang lebih empat bulan dan jarang berinteraksi dengan orang lain membuat seakan-akan mulut enggan untuk basa-basi dengan orang lain. Mulut seakan-akan hanya ingin mengeluarkan kata-kata yang penting-penting saja. Semakin dipaksakan sering kali malah terasa aneh dan bukan menjadi diri sendiri. Sudah terlalu nyaman berbincang dengan diri sendiri ketika dikeramaian. Namun juga tidak menutup kemungkinan akan terlihat aktif di lain kondisi. Setelah selesai kelas sangat nyaman ketika dihabiskan dengan kembali ke tempat tinggal dan dihabiskan dengan tidur siang/menonton film/hal-hal yang dilakukan dengan benda-benda elektronik lainnya. 

    Ekstrovert kemudian menjadi introvert mungkin akan terasa sangat tidak nyaman diawal karena yang mula nya memiliki banyak teman dan seakan-akan terasa dibatasi lingkup pertemanannya. Mungkin sebagian orang pun akan merasakan hal yang sama, semakin dewasa lingkup pertemanan akan terasa semakin sempit, teman akan dirasa hanya itu-itu saja, entah banyak orang yang merasakan hal tersebut atau hanya aku yang merasa kesulitan untuk seperti dahulu lagi dengan bergaul kesana-kesini. 

    Apapun itu mau introvert atau ekstrovert yang penting kita nyaman dengan diri kita sendiri, kita bahagia walaupun dengan cara kita sendiri. Bukan aib juga untuk menjadi introvert yang sering kali terlihat kasihan karena kesana-kesini hanya sendiri, sebenarnya mereka para introvert tidak memerlukan untuk dikasihani, seperti yang mungkin saya rasakan. Semenjak kakak perempuan saya menikah saya kehilangan teman untuk bermain ke beberapa tempat seperti sebelumnya, dengan begitu saya akan sering main,makan bahkan ketempat yang dianggap jauh pun terkadang yang melakukannya sendiri dan hal tersebut saya rasa tidak perlu di kasihani, karena saya sendiri nyaman untuk hal itu. Dan terkadang untuk tampil di depan banyak orang pun saya tidak terlalu minder namun juga sangat nyaman ketika sedang sendirian.

    Introvert maupun ekstrovert berhak bahagia dengan caranya masing-masing :)

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar